Kabar Olahraga Tentang Meldonium, Obat Terbaru Yang Masuk Daftar Doping

Kabar olahraga pada awal tahun 2016 ini dikejutkan dengan kasus doping di bidang tenis lapangan. Salah satu ikonnya, yakni Maria Sharapova, didapati gagal lolos dari tes doping yang dilaksanakan pada ajang Australia Open tahun ini. Sharapova didakwa mengonsumsi doping jenis Meldonium, yang dikenal di pasaran dengan nama Mildronate.

Yang lebih mengejutkan lagi, dikutip dari berbagai sumber kabar olahraga, Sharapova mengaku telah mengonsumsi obat ini sejak tahun 2006. Tidak mengherankan bila publik pun semakin ingin tahu tentang obat Meldonium ini karena Sharapova merupakan sosok petenis yang sudah sangat mendunia.

Untuk melarang penggunaan Meldonium, Badan Doping Rusia sebenarnya telah mengeluarkan memo kepada atlet-atletnya sejak September 2015. Sayangnya, Sharapova yang didapati telah memakai obat ini semenjak 10 tahun lalu mengaku menggunakannya karena sering jatuh sakit. Dia menderita kekurangan magnesium karena faktor keturunan penyakit diabetes dan menganggap meldonium mampu membantunya mendapatkan kebugaran yang dia butuhkan untuk bertanding tenis.

Meldonium sebenarnya dikenal luas publik Eropa Timur sebagai obat untuk iskemia—kondisi yang mengakibatkan aliran darah menuju berbagai bagian tubuh sangat kurang akibat gagal jantung atau angina. Obat ini diproduksi di Latvia dan biasanya hanya didistribusikan di negara-negara Baltik dan Rusia. Di Amerika, badan Food and Drug Administration melarang peredaran Meldonium. Di sisi lain, sebagian besar negara Eropa juga tidak mengizinkan penggunaan Meldonium.

Sumber-sumber kabar olahraga dunia menyebutkan bahwa penggunaan Meldonium pada para atlet dapat membuat aliran darah meningkat secara signifikan. Alhasil, kekuatan fisik para atlet penggunanya pun akan semakin meningkat. Badan anti doping dunia (WADA) menemukan fakta bahwa atlet pengguna Meldonium mengalami peningkatan performa karena darah membawa lebih banyak oksigen menuju jaringan otot. WADA pun menggolongkan Meldonium sebagai zat S4. Ini artinya obat ini berfungsi sebagai modulator metabolik dan juga hormon.

Sebenarnya, sejak 16 September 2015 Meldonium sudah dimasukkan ke dalam daftar obat-obatan terlarang di dunia olahraga. Namun, pemberlakuan pelarangannya baru resmi per 1 Januari 2016. Walaupun demikian, para atlet, termasuk Sharapova, yang tersandung kasus Meldonium mengaku bahwa mereka tidak pernah mendapat pemberitahuan resmi tentang pelarangan ini sebelumnya.

Sebelum benar-benar dilarang, WADA telah memonitor Meldonium selama setahun untuk melihat dampaknya bagi tubuh para atlet. Salah satu data yang mendukung pelarangan meldonium ini adalah adanya rilis dokumentasi investigasi dari Reformasi Doping Rusia oleh German Hajo Seppelt. Berdasarkan data ini, pada tahun 2015 saja, ditemukan bahwa 17 persen dari atlet-atlet Rusia atau 724 atlet dari total 4.316 atlet memiliki kandungan meldonium pada sistem tubuhnya. Bahkan, studi global menemukan bahwa setidaknya 2,2 % atlet di seluruh dunia memiliki kandungan Meldonium di tubuhnya. Harian ternama Perancis L’Equipe juga mengemukakan bahwa banyak atlet yang berlaga pada European Games di Baku tahun kemarin juga mengonsumsi Meldonium.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *