Mengenal Matras Yoga

Yoga telah menjadi aktivitas populer bagi orang yang ingin melakukan latihan yang menyatukan kesadaran mental dan kesejahteraan fisik. Untuk menyediakan alas yang baik saat berlatih yoga dengan berbagai pose menantang, disarankan untuk menggunakan matras yoga atau tikar yoga atau yoga mat.

Matras yoga diproduksi dalam berbagai gaya, ketebalan, dan bahan, yang memberikan manfaat serta fungsi tertentu kepada pengguna. Praktik yoga dikembangkan lebih dari 5.000 tahun yang lalu di India. Yoga berarti “untuk bergabung bersama-sama” dan bertujuan membawa tubuh dan pikiran menjadi satu kesatuan dengan berfokus pada tiga bidang utama: latihan fisik, pernapasan, dan meditasi. Ketika pertama kali dikembangkan, para praktisi yoga sering menggunakan alas atau matras yang terbuat dari kulit harimau, kulit rusa, atau rumput. Di kemudian hari, matras dari bahan kapas juga digunakan. Pada abad ke-20, matras karet mulai dikembangkan, dengan variasi dan bahan matras yoga semakin beraneka ragam hingga saat ini.

Matras yoga hanya memerlukan sedikit bantalan dan lebih memerlukan stabilitas, sehingga matras olahraga bukan merupakan alternatif ideal untuk yoga. Matras yoga terbuat dari beberapa bahan yang berbeda sehingga Anda bisa memilihnya sesuai kebutuhan. Sebelum membeli, pikirkan bagaimana bahan dapat mempengaruhi fungsi matras dan apakah hal tersebut sesuai dengan kebutuhan Anda. Berikut adalah sifat dan karakteristik dari beberapa bahan matras yoga:

  • PVC

Kelebihan: Merupakan bahan paling lengket pada lantai sehingga mengurangi risiko tergelincir.

Kekurangan: Tidak ramah lingkungan serta tidak mudah menyerap keringat.

  • Karet

Kelebihan: Menyediakan cukup fleksibilitas serta cukup lengket di lantai.

Kekurangan: Berpotensi menyebabkan reaksi alergi bagi pengguna yang sensitif terhadap lateks serta kurang menyerap keringat.

  • Rami

Kelebihan: Ramah lingkungan dan menyerap keringat.

Kekurangan: Mungkin menciptakan resistensi ketika mengubah posisi dan memiliki tekstur kurang nyaman.

  • Katun

Kelebihan: Ramah lingkungan dan menyerap keringat.

Kekurangan: Membuat berputar atau mengubah posisi agak sulit karena gesekan dari serat katun.

Perbedaan utama antara jenis matras yoga berkisar pada tingkat penyerapan keringat (cairan), tingkat kelengketan pada lantai, dan sifat ramah lingkungan. Matras yoga tersedia dalam berbagai tekstur yang menentukan berapa banyak atraksi yang diberikan matras yang berguna untuk pose berdiri, tetapi mungkin memberi ketidaknyamanan saat melakukan pose duduk atau berbaring. Matras rami memiliki tekstur yang cenderung kasar, sedangkan matras PVC dan karet memiliki berbagai tingkat kekasaran. Jika tekstur halus merupakan kemutlakan, maka matras PVC dengan tekstur halus merupakan pilihan yang tepat.

Ketebalan matras yoga menentukan tingkat kenyamanan matras ketika melakukan pose duduk atau berbaring, tapi bisa sangat mempengaruhi stabilitas saat melakukan pose berdiri. Jadi harus terdapat keseimbangan antara kenyamanan dan stabilitas saat memutuskan membeli matras yoga yang tepat. Matras yoga standar memiliki ketebalan sekitar 3 mm dan dianggap menyediakan keseimbangan antara kenyamanan dan stabilitas.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *