Teknik-teknik Dasar menulis Artikel Olahraga

Artikel olahraga merupakan tulisan yang mengulas tentang hal-hal yang berkaitan dengan dunia olahraga, baik yang berkaitan dengan hal-hal yang terjadi di dalam lapangan maupun hal-hal yang terjadi di luar lapangan. Artikel yang berkaitan dengan olahraga umumnya disampaikan dengan lebih bernas, dengan bahasa yang hidup dan tidak kaku sebagaimana bahasa berita, dan tidak jarang diselingi oleh unsur humor, ironi/ sindiran halus, dan sarkasme untuk memberi nuansa pada tulisan, sehingga tulisan tersebut lebih berisi dan memberi kesan mendalam bagi pembaca. Menulis artikel mengenai dunia olahraga merupakan tantangan tersendiri bagi sebagian besar penulis konvensional, terutama yang lebih cenderung menulis artikel dengan tema kehidupan sehari-hari. Para pembaca artikel dengan tema olahraga memiliki kecenderungan membutuhkan tulisan yang lengkap, terutama dari segi data. Berikut ini adalah teknik-teknik dasar dalam menulis artikel dengan tema olahraga.

Jangan Menyebut Nama Berulang-ulang

Salah satu gejala yang umum ditemui oleh penulis pemula adalah menyebut nama seorang atlet secara berulang-ulang dalam sebuah artikel. Padahal, pengulangan nama akan membuat pembaca mudah bosan sehingga tidak tertarik untuk melanjutkan membaca. Kiat yang paling efektif untuk tidak menyebut nama secara berulang-ulang adalah dengan atribusi atau kata keterangan. Sebagai contoh, jika akan menulis tentang Zlatan Ibrahimovich, Anda dapat mengganti penyebutan nama Ibrahimovich dengan atribusi seperti: pemain yang berjuluk Ibra ini, atau pemain yang berasal dari Swedia ini, atau mantan pemain AC Milan ini, dll. Anda juga dapat menggunakan usia, keterangan tinggi badan, jumlah gol, dll. untuk mengganti penyebutan nama secara berulang-ulang. Atribusi, selain berfungsi untuk menghindarkan pembaca dari rasa bosan, juga akan sangat bermanfaat untuk menambah pengetahuan pembaca mengenai atlet yang sedang Anda ulas dalam artikel olahraga yang Anda tulis.

Show, Don’t Tell

Gejala yang sangat umum ditemui ketika membaca tulisan penulis pemula adalah keinginan untuk memberi tahu, bukan menunjukkan apa ide yang dimaksudnya. Tulisan yang baik selalu berusaha untuk menunjukkan, bukan memberi tahu atau menggambarkan sesuatu tanpa memberikan bukti. Sebagai contoh, menulis narasi semacam berikut: “Sebagaimana yang kita tahu, Sharapova merupakan petenis yang sangat berprestasi”. Narasi tersebut tidak akan memberikan informasi kepada pembaca, sebab hanya memberi tahu kalau Sharapova adalah petenis berprestasi, bukan menunjukkan prestasinya. Narasi di atas dapat diganti dengan kalimat: “Sharapova yang sudah meraih gelar grand slam sebanyak lima kali ini …”. Narasi tersebut akan lebih bermanfaat bagi pembaca karena menunjukkan data.

Hindari Kalimat Datar dan Retorika Kosong

Tulisan yang menggugah pembaca adalah tulisan yang hidup, membangun suasana, penuh tanjakan bahkan tikungan, sehingga pembaca tidak bosan disuguhi narasi yang datar. Sebagai contoh, menulis kalimat datar semacam ini: “Manchester United harus dapat meredam striker Chelsea agar dapat memenangkan pertandingan …”. Kalimat tersebut, selain datar, juga berisi retorika kosong. Semua orang tahu, bahwa agar bisa menang, sebuah klub sepak bola harus bisa meredam striker lawan. Berikan analisis yang bernas dan jelas, bukan hanya sekadar analisis kosong yang merupakan pendapat umum. Cara bertutur yang baik dengan narasi yang hidup diperlukan agar pembaca menikmati artikel olahraga yang Anda tulis.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *